Bagaimana Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdoa dan Mengusapnya ?

  • Whatsapp
Hukum Mengangkat tangan saat berdoa dan mengusapnya

Assalamualaikum Wr Wb ,

Bagaimana Hukum mengangkat tangan saat kita berdoa dan mengusapnya Ustad, apakah di Syari’atkan?  Syukron.

Bacaan Lainnya

Waalaikum Salam Wr Wb,

Mengangkat tangan saat berdoa dan mengusap wajah setelahnya itu disyariatkan. Allah SWT tidak menjawab permohonan hambanya seorang hamba mengangkat tangannya dengan rasa penghinaan dan terpaksa serta tidak ridlo dengan keputusanNya.

Tuhan telah memberkati orang yang sering berdoa dan memohon kepadaNya, yang selalu Ridlo dengan pemberianNya . Nabi SAW bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللهَ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلا أعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاثٍ: إِمَّا أنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الآخِرَةِ، وَإِمَّا أنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ ” السُّوءِ مِثْلهَا» أخرجه أحمد

“Tidak ada seorang Muslim yang berdoa dengan tidak disertai dengan doa dan memutus hubungan persaudaraan kecuali Allah pasti akan memberikannya salah satu dari tiga hal. Dengan disegerakan doanya terkabul, Atau Allah menyimpan/menggantinya kelak di akhirat. Dan bisa jadi Allah akan menghindarkan dia dari kejadian buruk atas kebaikan doa yang ia panjatkan.” HR Ahmad

Dalil Mengangkat Tangan Ketika Berdoa dan Mengusapnya

Para Ulama Ahli Fiqih telah mengatakan bahwa dianjurkan untuk mengusap wajah dengan tangan setelah menyelesaikan shalat.

Dikatakan:

وكأن المناسبة أنه تعالى لما كان لا يردهما صِفْرًا فكأن الرحمة أصابتهما فناسب إفاضة ذلك على الوجه الذي هو أشرف الأعضاء وأحقها بالتكريم، كما جاء في “سبل السلام” للعلامة الصنعاني (2/ 709

Seakan tidak mungkin pada saat (mengangkat kedua tangan), Allah SWT tidak menjawab sama sekali, seakan Rahmat sampai ke dua tangan yang diangkat, maka pantaslah ditambahkan/diusapkan ke wajah yang merupakan bagian tubuh yang paling terhormat dan mulia, seperti yang dinyatakan dalam “Subul al-Salaam” oleh al-Alamah al-San`ani (2/709).

Baca juga : Macam-keringanan dalam sholat saat bepergian 

Menurut kitab “درر الحكام ” Dari Madzhab Hanafiyah di dalam bab sifat sholat dan wirid bahwasanya yang berlaku setelah sholat adalah mengusap wajah lalu mengusap “سُبْحَانَ رَبِّكَ” , seperti yang diriwayatkan Ali bin Abi Tholib RA “ Siapa pun yang lebih menginginkan timbangan lebih dari pahala pada Hari Kiamat adalah saat di akhir kalimat jika saat hendak beranjak dari Majlisnya dengan “سُبْحَانَ رَبِّكَ” lalu mengusap tangan dan wajahnya.”

Ibn Abbas meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, berkata:

ال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: «إِذَا دَعَوتَ اللهَ فَادْعُ بِبَاطِنِ كَفَّيْكَ وَلَا تَدْعُ بِظُهُورِهِمَا فَإِذَا فَرَغْتَ فَامْسَحْ بِهِمَا وَجْهَكَ» رواه ابن ماجه كما في “البرهان”] اهـ.

“Ketika kamu sedang berdoa, maka berdoalah dengan bagian dalam telapak tangan dan jangan dengan memakai yang sebaliknya, Setelah itu usaplah wajahmu dengan keduanya.” HR Ibnu Majah dalam “Al Burhan”.

Dan Imam Al-Alamah Al-Nafrawi berkata dalam “Al-Fawakih Al-Dawani” (2/335) dari kitab Malikiyah:

وقال العلامة النفراوي في “الفواكه الدواني” (2/ 335) من كتب المالكية: [ويُسْتَحَب أن يَمْسَحَ وجهه بيديه عقبه -أي: الدعاء- كما كان يفعله عليه الصلاة والسلام] اهـ

[Adalah Mustahab/sangat dianjurkan untuk mengusap wajahnya dengan tangan  kedua tangannya ( dalam berdoa) seperti yang biasa dia lakukan Nabi SAW.

Imam al-Nawawi dari Syafi’iyah menyebutkan dalam adab mengusap wajah setelah berdoa, dalam Kitabnya”Al-Majmoo”(4/656),

[ومن آداب الدعاء كونه في الأوقات والأماكن والأحوال الشريفة واستقبال القبلة ورفع يديه ومسح وجهه بعد فراغه وخفض الصوت بين الجهر والمخافتة]

 “Dari adab dalam berdoa adalah saat waktu, tempat,keadaan yang mulia, menghadap kiblat, mengangkat tangan, mengusapkannya, merendahkan suara diantara suara berbisik dan lantang”.

Menambahkan Imam Al-Alamah Al-Bahouti dari Madzhab Hanbaliyah berkata dalam Syarh Muntaha Al-Iradat (1/241):

(ثُمَّ يَمْسَحُ وَجْهَهُ بِيَدَيهِ هُنَا) أي: عقب القنوت (وَخَارَجَ الصَّلَاةِ) إِذَا دَعَا]

“Kemudian mengusap wajah dengan tangan), yaitu, setelah Qunoot (dan di luar shalat) ketika berdo’a.”

Itulah beberapa dalil kenapa mengangkat kedua tangan dengan kerendahan hati di hadapanNya disunnahkan dan di syari’atkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *