Hukum Sholat Idul Adha di Rumah, khusus kasus virus Covid-19

  • Whatsapp
Sholat

Penunjuk.com – Mengingat hampir semua negara di dunia ini menderita virus (Covid-19) dan tindakan pencegahan yang diambil oleh negara mayoritas adalah melarang berkumpulnya orang banyak termasuk penutupan tempat ibadah. Apakah diperbolehkan sholat Ied di rumah masing-masing, dengan atau tanpa alasan, dan apakah khotbah diperlukan setelah itu, dan bagaimana sholat Ied dilakukan di rumah jika di perbolehkan?

Jawaban :
Allah SWT telah menetapkan sholat Idul Fitri dan Adha; Itu adalah wujud kesenangan dengan apa yang mereka terima dari ibadah puasa dan haji, dan dimasa itu pula mengumpulkan umat islam dalam keadaan suka cita dalam melaksanakannya.

Bacaan Lainnya

عن أنس رضي الله عنه قال: قَدِم رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما، فقال: «ما هذان اليومان؟» قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية، فقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: «إنَّ الله قد أبدلكم بهما خيرًا منهما: يوم الأضحى، ويوم الفطر». رواه أحمد في “المسند”، والحاكم في “المستدرك”

Artinya : Riwayat dari Anas RA, dia berkata: Rosulullah SAW berada di Madinah beserta Keluarganya dan mereka sedang menikmati bermain dua hari. Nabi Bertanya, apa maksudnya dua hari ini? Mereka menjawab : Kita bermain dalam dua hari ini saat masa Jahiliyah. Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya Allah telah menggantikan dua hari tersebut dengan yang lebih baik yaitu Hari Idul Adha dan Idul Fitri” HR Ahmad di “المسند” dan Hakim di “المستدرك

Hukum Sholat Ied

Adapun Hari Raya adalah hari bersenang-senang. Maka kita harus bersyukur Allh berfirman di Al Baqoroh 185 :

قال تعالى: ﴿وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَﱠ﴾ [البقرة: 185

Artinya : Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. (Al Baqoroh : 185)

Jumhur Ulama sepakat bahwa Sholat Idul FItri itu di syariatkan.Imam Haramain berkata dalam “نهاية المطلب”: Secara esensial dari Alquran, Sunnah dan Ijma’ menyatakan Sholat Ied adalah Mutawatir dan secara Ijma dari pelaksanaannya.

Menurut Ibnu Qadamah dari Madzhab Hambali di “المغني” : Sholat Ied ada di dalam Alquran, Sunnah dan Ijma…dan Umat Islam bersepakat untuk melaksanakannya.

Mayoritas Ulama bersepakat dengan di syariatkan Sholat Ied, akan tetapi mereka berbeda pendapat di hukum akhirnya. Dan adapun yang di ambil adalah Hukum Sholat Ied Sunnah Muakkadah (minimal dilaksanakan satu orang) seperti yang selalu di contohkan Rasulullah SAW. Ini menurut pendapat Malikiyah, Syafi’iah, Hanafiah, dan Riwayat Imam Ahmad.

Imam Nawawi dalam  “الروضة” mengatakan :

“هي سنة على الصحيح المنصوص”

Artinya : “Sholat Ied Sunnah yang di benar-benar di Nash kan”

Imam Kharosyi menyebutkan dalam “المبسوط” Al-Mabsut : Doktrin sholat Ied diduga bersifat wajib atau sunnah, sehingga yang disebutkan dalam kelompok kecil adalah: sunnah; Karena dia mengatakan pada dua sholat ied: Mereka bertemu dalam satu hari, yang pertama adalah sunnah, dan Al-Hassan meriwayatkan atas dari Abu Hanifah,

وروى الحسن عن أبي حنيفة رحمهما الله تعالى: أنَّه تجب صلاة العيد على مَنْ تجب عليه صلاة الجمعةـ

“bahwa sholat Ied wajib bagi siapa pun yang diharuskan seperti melakukan shalat Jumat”.

Para fuqaha juga berbeda pada keutamaan tempat melaksanakan sholat Ied. Menurut Jumhur Ulama bahwasanya lebih baik untuk melakukan sholat Idul Fitri di tempat terbuka dan tempat sholat di luar masjid; Ini adalah pandangan dari Hanafi, Maliki, dan Hanbali, serta gambaran dari Shafi’i.

Ini berdasarkan dalil saat Nabi SAW hendak melaksanakan Sholat Ied. Riwayat dari Abu Sai’d Al Hudry berkata

“كان النبيُّ صلى الله عليه وآله وسلم يَخرُجُ يومَ الفِطرِ والأضحى إلى المصلَّى” متفق عليه

Artinya : “Nabi SAW ketika Sholat Idul Fitri dan Idul Adha berangkat ke Musholla/Masjid ” (HR Bukhori Muslim).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *