Presiden Lebanon menolak investigasi ledakan di Beirut

  • Whatsapp
Ledakan di Lebanon

Penunjuk.com – Terjadi kemarahan di publik Rakyat Lebanon setelah kejadian ledakan dahsyat yang terjadi di kota tersebut  karena pimpinan tertinggi mereka menolak investigasi untuk mencari alasan awal mula terjadinya ledakan maha dahsyat tersebut.

Mereka memutuskan untuk turun ke jalan atas dasar kekecewaan yang dan kesedihan karena tragedi tersebut menewaskan setidaknya 154 orang.

Terjadi bentrok fisik antara massa dan polisi yang berjaga sampai polisi menembakkan gas air mata .

Masyarakat masih curiga Bagaimana bisa Amonium nitrat itu sampai ada di pelabuhan. Publik masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Menurut otoritas setempat ledakan besar tersebut disebabkan adanya pengapalan besar-besaran pupuk pertanian atau amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut Lebanon tanpa ada tindakan pencegahan sama sekali selama bertahun-tahun.  tetapi itu tidak membuat masyarakat puas Mereka ingin investigasi mendalam.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab  mengatakan tidak kurang dari 2750 Metrik ton amonium nitrat terkubur di sana. 

Ledakan ini hampir menghancurkan setengah kota Beirut. Pemerintah mengatakan akan menyelesaikan masalah ini dan akan bertanggung jawab. 

Tetapi tingkat ketidakpercayaan di Lebanon sangat besar,  sejak Oktober lalu banyak sekali muncul gerakan protes anti-pemerintah yang dipicu oleh krisis ekonomi dan  berimbas nya ke mata uang negara tersebut yang hancur.

“ Setelah 3 hari kami membersihkan puing-puing dan menyingkirkannya,  Sekarang biarkan amarah kami yang meledak dan menghukum mereka untuk bertanggung jawab atas hal ini” Tutur warga yang terdampak. 

Para pengunjuk rasa mendirikan tiang  gantungan  di Martyrs Square Untuk menyatakan sikap mereka secara terang-terangan di depan kepala negara.

Selain melaksanakan aksi unjuk rasa mereka juga mengatakan aksi solidaritas untuk menang 5.000 orang luka-luka dan 300.000 orang yang kehilangan tempat tinggal.

Menolak Investigasi Internasional

Presiden Lebanon Michel Aoun  secara terang-terangan menolak usulan investigasi internasional yang akan dilakukan. Dia mengatakan ingin mengecek secara internal intelijennya Apakah ini termasuk ada campur tangan eksternal Atau tidak.

Presiden dan perdana menteri kompak mengatakan amonium nitrat yang selalu digunakan sebagai pupuk bisa juga digunakan untuk menjadi bahan peledak.  bahan ini disimpan di gudang di pelabuhan sejak 2014 Silam.  akan tetapi sistem keamanan dan pencegahan tidak diindahkan saat dibongkar dari kapal kargo yang disita MV Rhosus.

Tetap warga tidak serta-merta mempercayaiku statement ini.  mereka masih menyangsikan Bagaimana keputusan menyimpan begitu banyak sekali bahan peledak di dalam gudang dekat pusat kota  tanpa pengawasan yang ketat.

Presiden Aoun  tetap berjanji akan  melakukan penyelidikan yang transparan dan tegas serta akan menindak tegas orang yang lalai dengan hukuman paling berat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *