Raja Salman sedang sakit parah, Bersiap Turun Tahta?

  • Whatsapp
Salman bin Abdul Aziz

Penunjuk.com – Berita sakitnya orang nomer satu di Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman bin AbdulAziz lagi ramai di perbincangkan. Ia disebut sudah dirawat sejak senin 20 Juli 2020 di RS King Faisal Riyadh.

Raja Salman menderita Penyakit Radang Kandung Empedu yang sudah lama di rasakannya. Penguasa Arab Saudi ini sering sakit-sakitan dan mengalami lemah fisik karena sudah berusia 84 tahun.

Belum ada kabar resmi tentang keadaannya saat ini. Raja Salman di kenal revolusioner untuk rakyatnya. Banyak kebijakan-kebijakan baru diterapkan untuk rakyat saudi seperti emasipasi wanita yang meskipun pro dan kontra penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemikirannya sangat moderat dan menerima kemajuan. Itulah sebabnya banyak sekali tempat wisata non religi baru yang di bangun di Negara Penghasil minyak ini seperti Taman Hiburan Qiddiya di Riyadh. Taman ini disebut-sebut sebagai taman terbesar di dunia karena memiliki luas sekitar 334 km.

Sang Raja faham betul dengan keadaan dunia saat ini. Itulah kenapa muncul jargon ” Saudi Vizion 2030″ yang berisi kesiapan Negara menyongsong abad 21 ini. Negara yang di kenal pasif akan industri ini sekarang sudah mulai menjadi produsen barang baku sedikit demi sedikit. Ini adalah wujud dari kecemerlangan visi dari Raja Salman bin AbdulAziz.

Baca juga : Efek Corona, jamaah Haji dunia di 2020 hanya 10.000

Beredar kabar sakitnya beliau, muncul kekhawatiran dari berbagai fihak entah dari masyarakatnya sendiri bahkan dari relasi kuat Negara Kaya tersebut. Pasalnya, kestabilan wilayah masih menjadi persoalan yang belum selesai.

Raja yang sangat memelihata situs islam ini mempunyai hubungan erat dengan Negara Indonesia. Terbukti dengan kunjungan Raja bersama seluruh keluarganya ke Indonesia pada waktu silam dan menikmati pariwisata di Bali. Ia juga menggelontorkan investasi ratusan trilyun kepada Pemerintah Indonesia melalui Presiden Jokowi.

Nama yang di sebut-sebut mempunyai hak prerogatif adalah putra Mahkota Mohammad bin Salman atau sering dikenal MBS, anaknya sendiri. MBS juga mempunyai pemikiran searah dengan ayahnya yaitu bagaimana Arab Saudi melepaskan diri dari ketergantungan Sumber Daya Alam Minyak yang dimiliki. Karena cadangan minyak disinyalir akan habis sekitar 20 tahun lagi.

Pertanyaan Raja Salman turun tahta dibantah oleh Pejabat teras kerajaan ” Tidak ada kemungkinan bagi Raja untuk Turun Tahta, Ia akan masih berkuasa penuh meskipun sakit parah dan kesehatannya memburuk”

Pro Kontra MBS yang naik tahta sedang viral di media sosial. Ia dikenal mempunyai sejarah HAM yang kelam. Salah satu yang sangat ramai adalah Pembunuhan sadis Jurnalis keturunan Saudi Jamal Khashoggi di Kedutaan Turki tahun 2018.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *