Hukum Menyembelih Kurban untuk orang yang meninggal?

  • Whatsapp
Hewan Kurban

Penunjuk.com – Banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh ummat islam tentang Hukum Menyembelih Kurban untuk orang yang meninggal. Mereka masih sering bingung dengan syariat islam yang satu ini.

Umumnya Para Ulama memberikan jawaban جائزة /boleh atas hukum menyembelih kurban ini. Dimana yang sering dilakukan masyarakat awam adalah menghadirkan hewan kurban lalu di berikan kepada fihak masjid di kawasan atau bahkan di sembelih sendiri bersama tetangga sekitar.

Bacaan Lainnya

Jumhur Ulama untuk hukum menyembelihkan kurban untuk orang yang sudah meninggal adalah Sunnah Muakkadah ( Sunnah yang mendekati wajib). Seperti yang Nabi SAW Sabdakan :

“يثاب فاعلها ولا يعاقب تاركها”

“akan mendapatkan pahala orang yang melaksanakannya dan tidak mendapatkan dosa orang yang meninggalkannya”

Allah SWT Berfirman Dalam Surat Al Kafirun :

«إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ *فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ *إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ» [سورة الكوثر]
Artinya : Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak* Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)* Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Biasanya yang melaksanakan ini adalah seorang anak yang pernah mendapati orang tuanya hendak melaksanakan kurban tetapi ia sudah meninggal sebelum terlaksana. Ibadah ini sangat di sunnahkan bagi ahli waris.

Darul Ifta’ menyatakan bahwa : Menyembelih hewan kurban untuk orang yang sudah meninggal adalah جائزة jika dia diwasiatkan untuk berkurban atau untuk wakaf. Adapun ketika si mayyit pernah bernadzar untuk menyembelih, maka ahli waris wajib melaksanakannya. Dan diwajibkan untuk ahli waris menyembelih dengan hartanya sendiri.

Darul Ifta menambahkan dibenarkan bagi ‘amil kurban ( DKM, RT dll ) untuk menagihnya menurut syariat. Ini bersandar atas riwayat Sayyidah Fatimah :

«يَا فَاطِمَةُ، قُومِي إِلَى أُضْحِيَّتِكِ فَاشْهَدِيهَا»

Artinya : “Wahai Fatimah, Berkurbanlah dan saksikanlah”

Syarat Hewan yang dijadikan kurban

Hewan kurban yang sering di sembelih Nabi SAW adalah unta karena di Medinah sangat banyak sekali hewan tersebut. Masih teringat di benak kita ribuan unta yang dimiliki Abdurrahman bin Auf. Akan tetapi bagi umat islam di belahan dunia yang bahkan jarang sekali menemukan hewan unta di daerahnya, bisa berkurban dengan hewan lain yang di sunnahkan. Seperti Nabi SAW juga pernah menyembelih Kambing.

Yang paling utama di sunnahkan adalah

  • Unta yang sudah tua, atau minimal berumur tidak kurang dari lima sampai enam tahun.
  • Selanjutnya adalah Sapi dewasa, atau minimal berumur genap 2 tahun keatas.
  • Lalu Kambing dewasa, atau setidaknya yang sudah berumur 1 tahun keatas.
  • Lalu bisa dengan Domba dewasa, atau setidaknya berumur 6 bulan keatas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *