Cara Penyembelihan Hewan Kurban dan Hukum Pembagiannya

  • Whatsapp
Hewan Kurban

Penunjuk.com – Umat Islam selalu memperingati Hari Raya Idul Adha setiap tahunnya. Hari Raya ini sebagai wujud bahagianya umat muslim yang telah selesai melaksanakan ibadah Haji di Makkah Al Mukarromah. Karena dipastikan semua umat islam di dunia merayakan hari besar ini, maka ketersediaan hewan kurban adalah sebuah keniscayaan.

Tidak sembarang orang bisa menyembelih daging kurban. Oleh sebab itu, ada hukum islam cara penyembelihan hewan kurban dan hukum pembagiannya yang di atur sedemikian rupa oleh ulama dan umaro.

Bacaan Lainnya

Mufti dari Mesir menyatakan bahwa hukum menyembelih hewan kurban adalah Sunnah Muakkad. Bersandar pada hadist Nabi SAW :

ما عمل ابن آدم يوم النحر أحب إلى الله من إهراق الدم، وإنه ليؤتى يوم القيامة بقرونها وأشعارها وأظلافها، وإن الدم ليقع من الله بمكان قبل أن يقع بالأرض، فطيبوا بها نفسا …رواه الترمذى

“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah (berqurban), dan sesungguhnya pada hari kiamat orang yang berqurban itu akan diberi tanduk, bulu, dan kukunya, dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah, maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. at-Tirmidzi)

Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Ada cara yang diajarkan oleh islam untuk menyembelih Hewan kurban, diantaranya adalah :

  1. Hewan Kurban dirubuhkan dengan cara yang benar.
  2. Membaca Basmalah sebelum menyembelih.
  3. Letakkan Pisau yang benar-benar tajam dan taruh tepat di leher hewan kurban dan jangan sampai lepas saat prosesi menyembelih. Pastikan hewan kurban tidak terlihat tersiksa (membuat tenang hewan sembelihan dan berbelas kasih).
  4. Memastikan hewan benar-benar mati sebelum di proses.
  5. Ikat hewan kurban dengan menali kaki belakang dan diangkat keatas posisi berdiri supaya darah bisa mengalir sempurna sampai bersih.
  6. Mengikat saluran makanan dan anus. Ini untuk menghindari tercampurnya kotoran yang masih ada di dalam dengan daging.
  7. Menguliti hewan dengan baik ( dari ujung kaki sampai ke leher).
  8. Keluarkan isi rongga dada dan perut yang masih kotor
  9. Untuk mengambil jeroan ambil secara berurutan dari Paru-paru, Hati, Limpa, Usus, Ginjal, Lambung, Jantung dll.
    10.Bersihkan Daging di tempat yang steril lalu cuci sampai bersih.
    11.Daging bisa di olah dan dibagikan ke mustahiq.

Para Ulama selalu menekankan esensi berkurban adalah wujud syukur dan mengagungkan kebesaran Allah SWT.  Allah berfirman dalam Alquran karim :

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ )الحج:37)

Artinya : “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. al-Hajj: 37)

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ.إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَر)  سورة الكوثر)

Artinya : Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Hukum Pembagian Daging Kurban

Sebenarnya Ulama membagi hukum berkurban dalam dua macam. Pertama, Berkurban karena nadzar ( hukumnya wajib). Kedua, Berkurban yang tidak nadzar (hukumnya sunnah).

Untuk Kurban yang wajib, Ulama melarang untuk menikmati daging tersebut. Sedangkan untuk kurban tanpa nadzar ( mayoritas umat islam), maka disunnahkan sebagian hewan kurban untuk di konsumsi sendiri. Menurut Jumhur Hukum Pembagiannya adalah sepertiga untuk sendiri dan keluarga, sepertiga untuk kerabat dan sepertiga lagi untuk yang membutuhkan ( Fakir miskin, Ibnu sabil, Yatim Piatu dll). Ini adalah menuruh Madzhab Syafi’i, Madzhab Hanafi dan Jumhur dari Madzhab Hambali.

ولا يأكل المضحي شيئا من الأضحية المنذورة, بل يتصدق وجوبا بجميع أجزائها (ويأكل) أي يستحب للمضحي أن يأكل (من الأضحية المتطوع بها) ثلثا فأقل

Artinya, “Orang yang berkurban karena nadzar tidak boleh memakan sedikit pun dari ibadah kurban yang dinazarkannya tetapi ia wajib menyedekahkan seluruh bagian hewan kurbannya. Dan perbolehkan untuk yang berkurban karena sunnah (memakan daging kurbannya) sepertiga atau kurang”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *